OLEH
A’RAAF GAUFAR
A’RAAF GAUFAR
Tak dapat dipungkiri bahwa air adalah
sumber daya alam yang memiliki multi guna dalam kehidupan manusia, selain untuk
dikonsumsi (minum, keperluan memasak, mandi dan mencuci) juga berguna untuk kelangsungan
produksi (pertanian dan pembangkit listrik, media transportasi dan lain-lain).
Dalam hubungan itu, mungkin ada banyak barang atau sumber daya alam yang juga
memiliki multi guna, akan tetapi sumber daya air memiliki sifat kegunaan
fundamental dalam bagi kelangsungan hidup dan kesehatan manusia. Keberadaan dan
kualitas air berpengaruh langsung terhadap kelangsungan hidup dan kesehatan
manusia. Oleh karena itu, untuk menjamin kelangsungan kehidupan dan kesehatan
manusia, ketersediaan air bersih yang dapat dijangkau menjadi mutlak bagi
setiap orang.
Pada masa lalu, penjamin ketersediaan
dan kerterjangkauan air bersih mungkin tidak menjadi masalah yang prioritas,
karena air tersedia masih banyak dan mudah diakses. Akan tetapi sekarang ini,
seiring dengan peningkatan jumlah penduduk, penyempitan lahan penyerap air,
kerusakan hutan dan peningkatan pencemaran air, air bersih menjadi mulai
terbatas, di berbagai daerah telah banyak terjadi krisis air. Bahkan komite PBB
(Perserikatan Bangsa-Bangsa) untuk HESB
mengatakan sekarang ini telah lebih dari 1 miliar orang mengalami kekurangan akses terhadap suplai air, miliaran orang juga tidak
memiliki akses terhadap sanitasi yang layak, yang mana keadaan tersebut selain
semakin memperburuk kemiskinan yang telah ada juga telah memperbanyak penyakit.

